JADI Pak Guru, Bandi (52), berangkat pagi-pagi sudah jamak. Tapi musim Corona begini kan nggak ada pelajaran tatap muka. Dibuntuti istri, bukan ngajar ternyata Pak Guru mau mesum dengan WIL-nya, Hartati (40), di rumah kontrakan milik suami Hartati. Ny. Dewi (45), langsung lapor Babinsa, dan digerebeklah pasangan mesum itu.
Jadi praktisi selingkuh ternyata harus pandai pula membaca perubahan zaman. Jika tidak, jejak mesumnya bakal gampang terlacak, karena melawan logika. Dalam musim pandemi Covid-19, di mana-mana kegiatan belajar mengajar kan ditiadakan, diganti sistem PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Jadi kalau punya WIL lalu beralasan mau mengajar pagi-pagi, pasti menimbulkan kecurigaan istri.
Yang terjadi di Kabupayen Kulon Progo (DIY) seperti itu. Bandi yang jadi guru SD di wilayah Kokap, ketika punya WIL Hartati warga Wates, jadi semakin menekuni profesinya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa itu. Setiap pukul 06.30 dia pamitan pada istri untuk berangkat ke sekolah tempatnya dia mengajar. “Saya berangkat Bu, nanti ada pembagian rapot,” kata Subandi sekali waktu. Lain hari ada lagi topik lain untuk memperkuat alasan kepergiannya pagi-pagi.
Awalnya Dewi percaya saja, sebab guru SD memang harus berangkat pagi-pagi, jangan sampai para peserta didik malah menunggu kedatangannya. Tapi ketika gaji gurunya tiap bulan berkurang, bahkan tunjangan sertifikasi guru sering tak terima, mulailah dia curiga. Apa gerangan yang terjadi. Jangan-jangan suaminya punya WIL, dan duitnya sebagian mengalir ke sana. “Tapi kok nggak masuk laporan PPATK ya,” batin Ny. Dewi yang seorang PNS tersebut.
Dan dia baru sadar, di musim Covid-19 ini guru tak ada pengajaran tatap muka di kelas. Walhasil kalau Subandi tiap hari berangkat pagi-pagi pasti ada tujuan lain, tapi dia mengatasnamakan murid-murid demi memuluskan tujuan sebenarnya. Dari situ pula Dewi semakin yakin bahwa suaminya punya WIL. Apa lagi suaminya yang sudah mulai meninggalkan dunia hitam (ubanan) kok sekarang mulai demen pakai ilmu hitam alias semiran rambut terus.
Tapi untuk mendakwa langsung juga tak berani, karena dia tahu bahwa suaminya itu termasuk ahli menata kata. Maka yang dilakukan hanyalah, diam-diam Dewi mulai memantau setiap kegiatan suami. Seperti yang terjadi beberapa hari lalu, ketika Bandi pamit berangkat ke sekolah, diam-diam dibuntutinya. Ternyata di jalan lalu memboncengkan perempuan dan menuju ke sebuah rumah di daerah Temon. “Ini mah bukan mengajar, tapi kurang ajar.....” maki Dewi dalam hati.
Ketika pasangan itu masuk ke kamar, Dewi langsung menghubungi Babinsa kelurahan untuk membantu menggerebek. Dan ternyata benar, di dalam kamar ditemukan keduanya berdua-dua. Langsung keduanya digelandang keluar. Ternyata itu rumah kontrakan milik suami Hartati WIL-nya. Dalam pemeriksaan di Polsek Temon keduanya mengaku hanya kerokan belaka, tidak ada maksud lain.
Guru kok masuk anginan, biasanya kan kena penyakit pengapuran.
Sumer : https://poskota.co.id/2021/3/3/pak-guru-berangkat-pagi-bukan-ngajar-tapi-mesum

0 Response to "Pak Guru Berangkat Pagi Bukan Ngajar Tapi Mesum "
Posting Komentar